Pendidikan Vokasi Perlu Diprioritaskan


hursday, 26 August 2010

KEMENTERIAN Pendidikan Nasional pada 2011 akan mengembangkan pendidikan vokasi jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK) dan politeknik sebagai prioritas bidang pendidikan.SMK dan politeknik didorong untuk bermitra.

Politeknik akan memandu SMK dan membuka program-program yang ekuivalen dengan diploma satu (D1). Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Joko Sutrisno menyampaikan, SMK yang dipilih pada program ini adalah SMK Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (SMK-RSBI).Saat ini ada 350 SMK RSBI.”Dari 350 (sekolah) ini, politeknik memilih mitranya.Misalnya untuk membuat program D1,”kata Joko. Joko menyampaikan, pola kemitraan yang akan dilakukan berbasiskan keahlian di politeknik dan SMK.

Program ini dikombinasikan dengan program produktif bersama mitra industri. Program kemitraan ini juga bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (PK) perguruan tinggi dari 17% naik menjadi 30%.”Kami akan mencoba bermitra dengan politeknik,” katanya. Joko menyebutkan, politeknik yang telah bermitra dengan SMK di antaranya Politeknik Elektronika Negeri Surabaya,Politeknik Manufaktur Bandung,Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Surakarta, dan Politeknik Negeri Malang.

Saat ini, SMK telah bermitra dengan industri.Kerja sama yang dilakukan adalah siswa SMK plus 1 dapat melakukan kegiatan praktik produksi.Para siswa SMK yang sudah mengikuti ujian nasional,Joko menyebutkan, dapat melakukan kegiatan-kegiatan produksi,misalnya merakit sepeda motor, notebook, dan peralatan elektronika.

”Nanti akan dikombinasikan pada tahun keempat yang masuk kategori D1,”katanya. SMK juga didorong untuk membangun pebisnis pertanian yang tangguh pada 5-10 tahun mendatang. ”Mulai dari sekarang diperkenalkan bagaimana kehidupan bisnis pertanian, bercocok tanam, panen,mengolah hasil panen, sampai dengan menghitung volume kebutuhan pasar,”kata Joko. Joko menyebutkan,saat ini terdapat 600 sekolah yang membuka program keahlian pertanian, dan 320 di antaranya spesialis sekolah pertanian. Adapun jumlah SMK RSBI pertanian sebanyak 15 sekolah.

”Dari 50 permohonan pembangunan SMK baru ada 10 titik untuk pertanian terutama di daerah pemekaran,”ujarnya. Pemerintah, Joko menyebutkan, sejak 2-3 tahun lalu telah memberikan beasiswa program khusus untuk semua siswa program keahlian pertanian sebanyak Rp65.000 per bulan. Dia menyebutkan, total siswa program keahlian pertanian sebanyak 145.000.Beasiswa bantuan khusus murid (BKM) untuk siswa miskin juga mencakup program keahlian khusus ini.

Untuk mengatasi kekurangan jumlah guru vokasi, maka dilakukan dengan program pendampingan. Bermitra dengan politeknik atau Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK),para mahasiswa tingkat akhir diterjunkan ke lapangan untuk mengajar di SMK. Peraih beasiswa unggulan dari Kemendiknas,Anzas Yida Hakim, mengaku, saat duduk di SMKN 26 Rawamangun, dirinya mendapatkan pelatihan dan pengetahuan yang sangat berguna dalam mengembangkan skill. Bahkan, kini dia telah berhasil mengembangkan cetakan plastik yang terbuat dari plastik.

Ke depannya dia berharap bisa mengikuti berbagai kejuaraan internasional dalam rangka meningkatkan pengalaman. Sementara, Universitas Indonesia (UI), beberapa hari lalu,mulai membangun gedung kuliah bagi mahasiswa vokasi yang berlokasi di sekitar Kukusan Kelurahan (Kukel). Gedung perkuliahan vokasi direncanakan terdiri atas enam lantai dan mampu menampung sekitar 9.900 mahasiswa, 240 staf pengajar, dan 110 karyawan dengan total luas keseluruhan bangunan mencapai 32.000 meter persegi dari empat hektare luas area yang dimiliki.

Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri mengatakan, Indonesia masih membutuhkan lulusan program vokasi.Dalam kesempatan itu, ia juga membantah isu yang mengatakan UI menghapuskan program vokasi (D3) karena ingin menjadi universitas riset. ”Itu sama sekali tidak benar,” bantah Gumilar. Menurut dia, UI memang akan memisahkan program vokasi dari fakultas, lalu menggabungkannya dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan membentuk UI College.

”Sehingga pihak fakultas bisa berkonsentrasi untuk menjadi universitas riset,”tuturnya. Gumilar pun berharap lulusan vokasi UI dapat menjadi lulusan bermutu yang siap bersaing di dunia kerja. Program vokasi adalah program pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi yang bertujuan mempersiapkan tenaga yang dapat menetapkan keahlian dan keterampilan di bidangnya, siap kerja, dan mampu bersaing secara global.

Secara umum, pendidikan vokasi (program diploma) bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan tenaga ahli profesional dalam menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Secara khusus, program diploma 3 diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang menguasai kemampuan dalam bidang kerja tertentu sehingga dapat langsung diserap sebagai tenaga kerja di industri/ swasta, lembaga pemerintah atau berwiraswasta secara mandiri. Hal ini karena beban pengajaran pada program pendidikan vokasi disusun lebih mengutamakan beban mata kuliah keterampilan dibandingkan dengan beban mata kuliah teori. (hermansah)
http://www.seputar-indonesia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: